Komunikasi kelompok
Nama: Ayu Dwi Lestari
Nim: 1940310009
Kelas: A3 MD
Makul: ilmu komunikasi
Presentasi ke-6
Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok kecil seperti dalam rapat, pertemun, konperensi dan lainnya. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Oleh karena itu, kebanyakan teori komunikasi antar pribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Manfaat komunikasi kelompok yaitu:
1. Saling bertukar indormasi.
2. Menambah pengetahuan.
3. Memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku.
4. Mengembangkan kesehatan mental.
5. Meningkatkan kesadaran kelompok.
Peran dalam kelompok yaitu:
1. Initiator–contributor: perancang memberikan ide baru bagi kelompoknya.
2. Information seeker : anggota ini akan mencari informasi yang detail pada kelompoknya.
3. Opinion seeker : ia akan berusaha mencari opini tentang suatu hal dari anggota kelompoknya.
4. Informationgiver:ia berusaha untuk memberikan informasi yang didapatkannya kepada kelompoknya.
5. Opinion giver: berusaha memberikan pendapatnya dan disampaikannya kepada kelompoknya tentan sesuatu hal.
6. Elaborator: berusaha untuk menjelaskan secara rinci beberapa hal tentang sesuatu kepada anggota kelompoknya, walaupun kadang sudah jelas dan tidak perlu.
7. Sumarizer: memberikan kesimpulan atau ringkasan dari pendapat teman-teman di kelompoknya.
8. Coordinator –integrator: berusaha untuk menyimpulkan dan menyatukan beberapa pendapat yang muncul di kelompoknya.
9. Orienter: berusaha membawa kelompoknya pada tantangan atau antisipasi mendatang
10. Disagreer: mencoba untuk menentang pendapat yang ada.
11. Evaluator –critic : memberikan evaluasi atau kritik pada pendapat yang muncul di kelompoknya.
12. Energizer: memberikan semangat pada saat kelompoknya sedang dalam kondisi menurun.
13. Procedural –technician: berusaha memberikan gambaran tehnis pelaksanaan pendapat-pendapat yang muncul.
14. Recorder: mencatat semua pendapat yang muncul di kelompok.
Dari banyaknya peran dalam kelompok, semua anggota tidak harus memiliki semua peran yang tercantum, alangkah lebih baiknya jika peran-peran itu tersusun rapi dalam sebuah tugas yang menuntut peran itu, kemudian diadakan pembagian tugas. Setiap anggota boleh saja memegang lebih dari satu peran, tetapi tidak boleh lupa akan tanggung jawabnya dalam masing-masing peran. Cara mengatasi kecanggungan dalam berkomunikasi yaitu dengan saling mengenal satu sama lain, mengikuti sosialisasi, dan saling terbuka.